SIAPAKAH ULAMA?
Mujahid berkata:
إنّما الفقيه من يخاف الله
Tiada lain orang faqih hanyalah orang yang yang takut kepada Allah.
Sa’ad bin Ibrahim ditanya: “Siapakah yang paling takut di antara penduduk Madinah?” Beliau menjawab: “atqahum li Rabbihi” orang yang paling bertakwa kepada Pemeliharanya.
(lihat Ad-Darimi 1/331)
KUNCI-KUNCI MENJADI ULAMA:
• Belajar.
• Naum indal muthala’ah.
• Non santay-santay en kongkow-kongkow.
• Non tashabuh.
• Taqwa!!!
BELAJAR….
Abu Darda’ berpetuah…
لاتكون عالما حتّى تكون متعلّما , و لا بالعلم عالما حتّى تكون به عاملا
Anda tidak akan menjadi seorang ulama hingga anda mau belajar. Dengan ilmu saja anda belum menjadi ulama hingga anda mau mengamalkannya.
NAUM INDAL MUTHALA’AH
Imam Nawawi rahimahulla dikirim oleh ayahnya ke sebuah pesantren pada usia 17 tahun. Selama dua tahun beliau tinggal disana, beliau tidak pernah tidur kecuali bila telah ngantuk telah mengalahkannya dan beliau tertidur karenanya…. So beliau tak pernah tidur dengan menyiapkan bantal karena beliau selalu tertidur ketika belajar karena padatnya jadwal belajar.
Allah Ta’ala berfirman:
إنّهم كانوا قبل ذلك محسنين . إنّهم كانوا قليلا من الليل ما يهجعون
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa sedikit tidur di waktu malam karena shalat malam merupakan perbuatan hasanah (kebajikan).
Dalam ayat lain Alllah menjanjikan bahwa Dia akan membalas hamba-hambaNya yang ahli hasanah dengan 2 balasan besar, yaitu:
ولمّا بلغ اشدّه اتيناه حكما و علما . كذلك نجزي المحسنين .
Karenanya, tidak heran bila Allah memberkahi kehidupan Imam Nawawi dan menghiasi beliau dengan ilmu yang bermanfaat. Selama kitab-kitab beliau yang penuh ilmu masih dibaca orang, maka pahala akan tetap mengalir kepada beliau meski beliau telah lama meninggal dunia. Sungguh ini merupakan keuntungan besar.
Namun ingat!!! Keberuntungan tersebut tidak didapat dengan bersantai-santai. Tapi dengan bekerja keras siang malam dalam menuntut ilmu tanpa bosan. Wallahul musta’an…..
NON SANTAY-SANTAY EN KONGKOW-KONGKOW
Nabi shallallahu ‘alaihi aw sallam bersabda: “ada dua kenkmatanyang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, yaitu: kesehatan dan waktu luang”. Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
Ketika Mu’adz bin Jabal dikirim ke Yaman untuk menjadi duta Islam yang akan mengajarkan Islam ke penduduk Yaman, Nabi berpesan dengan short messege:
إيّاك و التنعّم فإنّ عباد الله ليس بالمتنعّمين
“Hindarilah bernikmat-nikmat, sebab hamba Allah bukanlah orang yang bernikmat-nikmat.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi.
Akhirnya tahukah antum apa hasilnya?
أعلم بالحلال و الحرام : معاذ ابن جبل
“Umatku yang paling tahu tentang halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal. Hadits shahih yang diriwayatkan ashhabus sunan selain Abu Dawud.
Bahkan kelak pada hari kiamat….
إذا حضر العلماء ربّهم يوم القيامة ,كان معاذ ابن جبل بين أيديهم بقذفة حجر...
Ketika para ulama datang kepada Pemelihara mereka pada hari kiamat, Mu’adz bin Jabal berada di depan mereka jarak sepelemparan batu.”
Hadits shahih riwayat Ibnu ‘Asakir dari sanad Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu.
Intinya, man zara`a, hashada: siapa menanam pasti memanen.
NON TASHABUH
Artinya tidur pagi, dari kata shubuh atau shabah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a: (do’a Rasul pasti mustajab)
اللهم بارك لأمتي في بكورها
“Ya Allah berkahilah umatku pada waktu pagi mereka”
So, mempelajari ilmu pada waktu pagi adalah waktu yang sangat tepat karena watu tersebut adalah waktu yang Mubarak berkat doa Nabi ini.
Buku-buku dan kitab-kitab yang sudah tersedia kenapa tidak kita pelajari saja. Selagi badan masih sehat, waktu masih luang, umur masih tersisa, tunggu apa lagi? Ilmu tidak akan datang sendiri. Harus dicari dengan pengorbanan. Seorang ulama berkata: seorang belum pantas ddisebut sebagai thalibul ilmi bila belum memenuhi tiga syarat ini:
بجدّ و تشمير و ترك للمعتاد
Jadi bila belum menguras tenaga, belum berpredikat sebagai penuntut ilmu.
TAQWA
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
واتقوا الله و يعلّمكم الله
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, niscaya Allah akan mengajari kalian.”
Ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah akan membalas orang-orang yang bertaqwa dengan ilmu. Kita sudah paham bahwa melihat lawan jenis, baik secara langsung, di televisi, di Koran ataupun di media cetak lainnya adalah dilarang tapi tetap saja dilakukan…. Kapan jadi ulama? Karena orang yang bertaqwa tidak pantas melakukan hal-hal ini.
sukron,..
BalasHapusAtas berbagi ilmunya
Bagus sekali pesan-pesanxa
Alhamdulillah, jadi bertambah ilmu ni ana!!!
jazakaAllah khairan kastir,..
terus berkarya!