dedaunan

Selasa, 27 Oktober 2009

MU’JIZAT ILMIYAH AL-QUR’AN

1. DEFINISI I’JAZ
Etimologi:
I’jaz dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja عجز يعجز yang berarti lemah / tidak mampu. Dan أعجز يعجز berarti melemahkan. Sedang الإعجاز berarti proses melemahkan. Adapun maksud إعجاز العلمي في القرآن adalah proses ilmiyah dalam Al-Qur’an untuk melemahkan musuhnya.
Mu’jizat معجزة : isim fa’il shighah mubalaghah. Aslinya cuma معجز lalu ditambahkan ta` marbuthah untuk mubalaghah, seperti العلاّ مة . artinya: شيئ خارق العادة : sesuatu yang menakjubkan, sesuatu yang membuat manusia tidak mampu.
Terminology:
Menurut Ibnu Khaldun: Mu’jizat adalah perbuatan-perbuatan yang tidak mampu ditiru oleh manusia dan di luar standard kemampuan mereka.

2. PERBEDAAN MU’JIZAT NABI MUHAMMAD shallallahu ‘alaihi wa sallam DAN NABI-NABI SEBELUM BELIAU.
Umat terdahulu: Sebagian besar mu’jizat yang diturunkan pada bani Israil berbentuk material atau fisikal. Sehingga yang percaya hanya kaum yang melihat saja. Begitu Nabi tersebut wafat, mu’jizat itu lenyap juga dan umat setelahnya hanya bisa mendengar lewat cerita. Sehingga ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.
Konlusi: mu’jizat Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad hanya efektif ketika Nabi masih hidup.
Umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam: sebagian besr mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad besifat rasional.
Konklusi: mu’jizat Nabi Muhammad bersifat kontinyu.
KENAPA HARUS BEDA?
 Imam As-Suyuthi berkata: hal ini karena kecerdasan dan kesempurnaan akal umat Nabi Muhammad bereda dengan umat-umat sebelumnya yang bebal.
 Syaikh Yusuf Al-Haj Ahmad berkata: hal ini menyesuaikan perkembangan umat yang beranjak dari taraf kebodohan dan kegelapan menuju taraf aktifasi akal dan pembebasan pemikiran.

3. MACAM-MACAM I’JAZUL QUR’AN
 إعجاز البلاغي :balaghah, seperti Tafsir Al-Alusi dan Tafsir Al-Maragi.
 إعجاز الإعتقادي : ideology.
 إعجاز التعبّدي : ibadah.
 إعجاز التارخي : sejarah (kisah-kisah umat terdahulu) seperti: kapan penciptaan manusia, banjir pada zaman nabi Nuh, mumi Fir’aun, kisah tentang Haman, dll.
 إعجاز الإقتصادي : ekonomi.
 إعجاز التشريعي : perundang-undangan.
 إعجاز الترباوي : pendidikan.
 إعجاز النفسي : psikologi.
 إعجاز الإداري : administrasi.
 إعجاز العددي : statistik.
 إعجاز العلمي : sains, seperti: geografi, fisika, kedokteran/medis, tinjauan cuaca, agronomi, kelautan, astronomi, zoology, dll.

4. MU’JIZAT YANG DITURUNKAN AKAN DISESUAIKAN DENGAN SESUATU YANG SEDANG TREND PADA MASA SETIAP NABI.
Masa Nabi Musa: sihir merupakan trend yang banyak digandrungi dan dikagumi pada masa itu. Sebagai tandingan, Allah berikan tongkat yang bisa berubah jadi ular dan tangan yang dapat bercahaya.
Nabi Isa: pengobatan / tindakan medis adalah trend pada waktu itu. Karenanya, Nabi Isa diberi mu’jizat bisa menyembuhkan orang buta, botak, belang, dan menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.
Nabi Muhammad: fashahah dan balaghah sedang ngetrend pada masa Rasul diutus. Maka mu’jizat yang paling menonjol adalah Al-Qur’an yang mengandung balaghah tinggi. Tak heran banyak penyair ulung Arab yang tercengang mendengar Al-Qur`an.
TAPI KENAPA AL-QUR’AN TIDAK CUKUP HANYA BALAGHAH SAJA? ADA JUGHRAFI (GEOGRAFI) DAN TARIKHI (SEJARAH) JUGA?
Itulah keistemewaan Al-Qur`an. Al-Qur’an menantang seluruh lapisan masyarakat dari waktu ke waktu, karena tidak ada di dunia ini yang langgeng.
Kalau dulu trendnya Cuma balaghah, maka abad ini trendnya adalah sains. Karenanya, di abad inipun Allah kembali tunjukkan kehebatan Al-Qur`an untuk menantang para ilmuwan. Jika Al-Qur`an hanya mencakup balaghah saja, maka yang tertantang hanya ahli balaghah. Tapi karena Al-Qur’an itu kamil, syamil, jami’, dan mani’ maka semua lapisan masyarakat tertantang. Tak terkecuali, ekonom, sejarawan, psikolog fisikawan, dll.

5. BENARKAH TAFSIR AYAT KAUNIYYAH TERMASUK TAFSIR BIR RA’YI? KARENA ADA HADITS….
" من قال فى القرآن برأيه أو بما لا يعلم فليتبوّء مقعده من النار "
" من قال فى كتاب الله برأيه فأصاب فقد أخطأ "
Jawab:
 Zaghlul An-Najar: tafsir ayat kauniyyah itu hanya membahas hubungan yang mengindikasikan hakikat ilmu pengetahuan dengan teori-teori dan fakta saintik yang telah ditemukan oleh para ilmuwan. Tafsir ayat kauniyyah sama sekali tidak mengutak-atik tafsir para mufasirin salaf dan khalaf. Kalaupun ada pertentangan, maka ilmuwan yang salah bukan Al-Qur’an.
 Hadits pertama dha’if karena ada rawi dhaif yaitu: Abdul A’la Ats-Tsa’labi menurut muhaqqiq tafsir Ath-Thabari dan muhaqqiq Al-Ba’itsul Hatsits, Ahmad Muhammad Syakir.hadits kedua juga dha’if karena ada rawi dhaif, yaitu: Sahl ibnu Abi Hazm. Diantara ulama yang mendhaifkan rawi ini adalah Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz dalam kitab beliau Al-Jami’ fi Thalabil Ilmi Asy-Syarif, Al-Albani, Ibnu Katsir, dan At-Turmudzi
Banyak shahabat yang menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan ra’yu mereka, hingga tak jarang terjadi perbedaan pendapat. Ibnu Abbas saja didoakan oleh Nabi Allahumma ‘Allimhut ta’wil…. Tentu saja mereka berpendapat dengan ilmu, bukan sekedar hawa nafsu. Dalam hal inipun, para ilmuwan yang mendalami I’jaz kauny Al-Qur’an mendasarkan pendapat mereka dengan ilmu yang mereka miliki, salah satunya adalah pemahaman bahasa Arab yang baik.
6. REMEMBER!!!
Al-Qur’an adalah kitab petunjuk. Bukan kitab sains, sejarah, atau lainnya (seperti yang diklaim beberapa muslimin). Tapi Al-Qur’an memuat isyarat-isyarat atau mengindikasikan hakikat-hakikat ilmiyah dan ilmu pengetahuan.
Dan isyarat-isyarat inilah yang bisa menunjuki banyak orang...
(bersambung, insyaAllah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar