dedaunan

Selasa, 27 Oktober 2009

RASULULLAH ITU UMMI, KENAPA BISA MENULIS?

Salah satu bukti kenabian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah status ke-ummian beliau, seperti yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Q.S. Al-‘Ankabut:48:
وما كنت تتلوا من قبله من كتاب ولا تخطه بيمينك
Dengan status ummi ini Rasul tak bisa diklaim bahwa wahyu adalah jiplakan dari kitab manapun. Juga seperti pengakuan beliau sendiri:
إنّا أمة أمّيّة لا نكتب ولانحسب
Lalu bagaimana dengan hadits-hadits yang menerangkan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa baca dan menulis? Seperti hadits di bawah ini:
وقع في صحيح مسلم من حديث البراء في صلح الحدبية أنّ النّبيّ صلى الله عليه و سلّم قال لعليّ : " أكتب الشرط بننا بسم الله الرحمن الرحيم هذا ما قضى عليه محمّد رسول الله " فقال له المشركون : لو نعلم أنّك رسول الله تابعناك ولكن اكتب محمد ابن عبد الله . فأمرعليّا أن يمحوها فقال عليّ : والله لا أمحه . فقال رسول الله صلى الل عليه وسلّم : "أرني مكانها " فأراه , فمحاها . و كتب " ابن عبد الله " بده .
. . . عن معاوية أنّه كان يكتب بين يديه صلى الله عليه و سلّم فقال : " ألق الدواة , و حرّف القلم , وأختم الباء , وفرّ ق السّين , ولا تعوّر الميم , و حسّن الله , و مدّ الرّحمن , وجوّد الرحيم "
فقد تهجّئ النّبيّ صلى الله عليه و سلّم حين ذكر الدّجال فقال : "مكتوب بين عينيه ك ف ر " .
Nah, bagaiman kita menanggapi kontrakdiksi nash-nash diatas?
Menurut Qurthubi, hadits tentang perjanjian perjanjian hudaibiyah di atas merupakan salah satu bentuk mu’jizat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bisa menulis tanpa belajar menulis sebelumnya. Allah ta’ala menggerak-gerakkan tangan beliau menorehkan garis-garis yang bisa dibaca “ibnu ‘Abdillah” oleh orang yang membacanya.
Hal ini seperti keadaan anak-anak kecil yang kita saksikan saat mereka mulai belajar menullis. Tak jarang mereka hafal tulisan beserta lekuk-lekuknya dan menirunya. Hingga jadilah dia bisa menulis meski tak bisa membaca.
Menurut beberapa riwayat Barra’ r.a. menambahkan keterangan
ولا يحسن أن يكتب
Mengenai hadits Mu’awiyah yang menyiratkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarinya menulis, Qadli Iyadh berkomentar: “hadits tersebut dha’if. Namun, kalaupun hadits ini shahih, ini berarti Allah mengajari beliau agar memerintah sekertarisnya untuk menulis dengan begini dan begitu. Ini bisa terjadi tanpa harus bisa membaca, menulis, dan mengeja. “
Sedang hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah mengeja huruf ka, fa, ra, ini tidak menyalahi surat Al-‘Ankabut di atas, sebab rawi hadits di atas, yaitu Hudzifah, menambahkan:
يقرأه كل مؤمن كاتب وغير كاتب
Jadi meski Rasul tidak bisa menulis, beliau dapat membaca tulisan di dahi Dajjal tersebut sebagaimana yang akan terjadi di masa mendatang.
Taken from: tafsir Al-Qurthuby surat Al-‘Ankabut:48
Juz 7 hlm. 312

KAPAN JADI ULAMA?

SIAPAKAH ULAMA?
Mujahid berkata:
إنّما الفقيه من يخاف الله
Tiada lain orang faqih hanyalah orang yang yang takut kepada Allah.
Sa’ad bin Ibrahim ditanya: “Siapakah yang paling takut di antara penduduk Madinah?” Beliau menjawab: “atqahum li Rabbihi” orang yang paling bertakwa kepada Pemeliharanya.
(lihat Ad-Darimi 1/331)


KUNCI-KUNCI MENJADI ULAMA:
• Belajar.
• Naum indal muthala’ah.
• Non santay-santay en kongkow-kongkow.
• Non tashabuh.
• Taqwa!!!



BELAJAR….
Abu Darda’ berpetuah…
لاتكون عالما حتّى تكون متعلّما , و لا بالعلم عالما حتّى تكون به عاملا
Anda tidak akan menjadi seorang ulama hingga anda mau belajar. Dengan ilmu saja anda belum menjadi ulama hingga anda mau mengamalkannya.

NAUM INDAL MUTHALA’AH
Imam Nawawi rahimahulla dikirim oleh ayahnya ke sebuah pesantren pada usia 17 tahun. Selama dua tahun beliau tinggal disana, beliau tidak pernah tidur kecuali bila telah ngantuk telah mengalahkannya dan beliau tertidur karenanya…. So beliau tak pernah tidur dengan menyiapkan bantal karena beliau selalu tertidur ketika belajar karena padatnya jadwal belajar.
Allah Ta’ala berfirman:
إنّهم كانوا قبل ذلك محسنين . إنّهم كانوا قليلا من الليل ما يهجعون
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa sedikit tidur di waktu malam karena shalat malam merupakan perbuatan hasanah (kebajikan).
Dalam ayat lain Alllah menjanjikan bahwa Dia akan membalas hamba-hambaNya yang ahli hasanah dengan 2 balasan besar, yaitu:
ولمّا بلغ اشدّه اتيناه حكما و علما . كذلك نجزي المحسنين .
Karenanya, tidak heran bila Allah memberkahi kehidupan Imam Nawawi dan menghiasi beliau dengan ilmu yang bermanfaat. Selama kitab-kitab beliau yang penuh ilmu masih dibaca orang, maka pahala akan tetap mengalir kepada beliau meski beliau telah lama meninggal dunia. Sungguh ini merupakan keuntungan besar.
Namun ingat!!! Keberuntungan tersebut tidak didapat dengan bersantai-santai. Tapi dengan bekerja keras siang malam dalam menuntut ilmu tanpa bosan. Wallahul musta’an…..

NON SANTAY-SANTAY EN KONGKOW-KONGKOW
Nabi shallallahu ‘alaihi aw sallam bersabda: “ada dua kenkmatanyang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, yaitu: kesehatan dan waktu luang”. Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
Ketika Mu’adz bin Jabal dikirim ke Yaman untuk menjadi duta Islam yang akan mengajarkan Islam ke penduduk Yaman, Nabi berpesan dengan short messege:
إيّاك و التنعّم فإنّ عباد الله ليس بالمتنعّمين

“Hindarilah bernikmat-nikmat, sebab hamba Allah bukanlah orang yang bernikmat-nikmat.” Hadits hasan diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi.
Akhirnya tahukah antum apa hasilnya?
أعلم بالحلال و الحرام : معاذ ابن جبل
“Umatku yang paling tahu tentang halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal. Hadits shahih yang diriwayatkan ashhabus sunan selain Abu Dawud.
Bahkan kelak pada hari kiamat….
إذا حضر العلماء ربّهم يوم القيامة ,كان معاذ ابن جبل بين أيديهم بقذفة حجر...

Ketika para ulama datang kepada Pemelihara mereka pada hari kiamat, Mu’adz bin Jabal berada di depan mereka jarak sepelemparan batu.”
Hadits shahih riwayat Ibnu ‘Asakir dari sanad Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu.
Intinya, man zara`a, hashada: siapa menanam pasti memanen.

NON TASHABUH
Artinya tidur pagi, dari kata shubuh atau shabah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a: (do’a Rasul pasti mustajab)
اللهم بارك لأمتي في بكورها
“Ya Allah berkahilah umatku pada waktu pagi mereka”
So, mempelajari ilmu pada waktu pagi adalah waktu yang sangat tepat karena watu tersebut adalah waktu yang Mubarak berkat doa Nabi ini.
Buku-buku dan kitab-kitab yang sudah tersedia kenapa tidak kita pelajari saja. Selagi badan masih sehat, waktu masih luang, umur masih tersisa, tunggu apa lagi? Ilmu tidak akan datang sendiri. Harus dicari dengan pengorbanan. Seorang ulama berkata: seorang belum pantas ddisebut sebagai thalibul ilmi bila belum memenuhi tiga syarat ini:
بجدّ و تشمير و ترك للمعتاد
Jadi bila belum menguras tenaga, belum berpredikat sebagai penuntut ilmu.

TAQWA
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
واتقوا الله و يعلّمكم الله
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, niscaya Allah akan mengajari kalian.”
Ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah akan membalas orang-orang yang bertaqwa dengan ilmu. Kita sudah paham bahwa melihat lawan jenis, baik secara langsung, di televisi, di Koran ataupun di media cetak lainnya adalah dilarang tapi tetap saja dilakukan…. Kapan jadi ulama? Karena orang yang bertaqwa tidak pantas melakukan hal-hal ini.

MU’JIZAT ILMIYAH AL-QUR’AN

1. DEFINISI I’JAZ
Etimologi:
I’jaz dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja عجز يعجز yang berarti lemah / tidak mampu. Dan أعجز يعجز berarti melemahkan. Sedang الإعجاز berarti proses melemahkan. Adapun maksud إعجاز العلمي في القرآن adalah proses ilmiyah dalam Al-Qur’an untuk melemahkan musuhnya.
Mu’jizat معجزة : isim fa’il shighah mubalaghah. Aslinya cuma معجز lalu ditambahkan ta` marbuthah untuk mubalaghah, seperti العلاّ مة . artinya: شيئ خارق العادة : sesuatu yang menakjubkan, sesuatu yang membuat manusia tidak mampu.
Terminology:
Menurut Ibnu Khaldun: Mu’jizat adalah perbuatan-perbuatan yang tidak mampu ditiru oleh manusia dan di luar standard kemampuan mereka.

2. PERBEDAAN MU’JIZAT NABI MUHAMMAD shallallahu ‘alaihi wa sallam DAN NABI-NABI SEBELUM BELIAU.
Umat terdahulu: Sebagian besar mu’jizat yang diturunkan pada bani Israil berbentuk material atau fisikal. Sehingga yang percaya hanya kaum yang melihat saja. Begitu Nabi tersebut wafat, mu’jizat itu lenyap juga dan umat setelahnya hanya bisa mendengar lewat cerita. Sehingga ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.
Konlusi: mu’jizat Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad hanya efektif ketika Nabi masih hidup.
Umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam: sebagian besr mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad besifat rasional.
Konklusi: mu’jizat Nabi Muhammad bersifat kontinyu.
KENAPA HARUS BEDA?
 Imam As-Suyuthi berkata: hal ini karena kecerdasan dan kesempurnaan akal umat Nabi Muhammad bereda dengan umat-umat sebelumnya yang bebal.
 Syaikh Yusuf Al-Haj Ahmad berkata: hal ini menyesuaikan perkembangan umat yang beranjak dari taraf kebodohan dan kegelapan menuju taraf aktifasi akal dan pembebasan pemikiran.

3. MACAM-MACAM I’JAZUL QUR’AN
 إعجاز البلاغي :balaghah, seperti Tafsir Al-Alusi dan Tafsir Al-Maragi.
 إعجاز الإعتقادي : ideology.
 إعجاز التعبّدي : ibadah.
 إعجاز التارخي : sejarah (kisah-kisah umat terdahulu) seperti: kapan penciptaan manusia, banjir pada zaman nabi Nuh, mumi Fir’aun, kisah tentang Haman, dll.
 إعجاز الإقتصادي : ekonomi.
 إعجاز التشريعي : perundang-undangan.
 إعجاز الترباوي : pendidikan.
 إعجاز النفسي : psikologi.
 إعجاز الإداري : administrasi.
 إعجاز العددي : statistik.
 إعجاز العلمي : sains, seperti: geografi, fisika, kedokteran/medis, tinjauan cuaca, agronomi, kelautan, astronomi, zoology, dll.

4. MU’JIZAT YANG DITURUNKAN AKAN DISESUAIKAN DENGAN SESUATU YANG SEDANG TREND PADA MASA SETIAP NABI.
Masa Nabi Musa: sihir merupakan trend yang banyak digandrungi dan dikagumi pada masa itu. Sebagai tandingan, Allah berikan tongkat yang bisa berubah jadi ular dan tangan yang dapat bercahaya.
Nabi Isa: pengobatan / tindakan medis adalah trend pada waktu itu. Karenanya, Nabi Isa diberi mu’jizat bisa menyembuhkan orang buta, botak, belang, dan menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.
Nabi Muhammad: fashahah dan balaghah sedang ngetrend pada masa Rasul diutus. Maka mu’jizat yang paling menonjol adalah Al-Qur’an yang mengandung balaghah tinggi. Tak heran banyak penyair ulung Arab yang tercengang mendengar Al-Qur`an.
TAPI KENAPA AL-QUR’AN TIDAK CUKUP HANYA BALAGHAH SAJA? ADA JUGHRAFI (GEOGRAFI) DAN TARIKHI (SEJARAH) JUGA?
Itulah keistemewaan Al-Qur`an. Al-Qur’an menantang seluruh lapisan masyarakat dari waktu ke waktu, karena tidak ada di dunia ini yang langgeng.
Kalau dulu trendnya Cuma balaghah, maka abad ini trendnya adalah sains. Karenanya, di abad inipun Allah kembali tunjukkan kehebatan Al-Qur`an untuk menantang para ilmuwan. Jika Al-Qur`an hanya mencakup balaghah saja, maka yang tertantang hanya ahli balaghah. Tapi karena Al-Qur’an itu kamil, syamil, jami’, dan mani’ maka semua lapisan masyarakat tertantang. Tak terkecuali, ekonom, sejarawan, psikolog fisikawan, dll.

5. BENARKAH TAFSIR AYAT KAUNIYYAH TERMASUK TAFSIR BIR RA’YI? KARENA ADA HADITS….
" من قال فى القرآن برأيه أو بما لا يعلم فليتبوّء مقعده من النار "
" من قال فى كتاب الله برأيه فأصاب فقد أخطأ "
Jawab:
 Zaghlul An-Najar: tafsir ayat kauniyyah itu hanya membahas hubungan yang mengindikasikan hakikat ilmu pengetahuan dengan teori-teori dan fakta saintik yang telah ditemukan oleh para ilmuwan. Tafsir ayat kauniyyah sama sekali tidak mengutak-atik tafsir para mufasirin salaf dan khalaf. Kalaupun ada pertentangan, maka ilmuwan yang salah bukan Al-Qur’an.
 Hadits pertama dha’if karena ada rawi dhaif yaitu: Abdul A’la Ats-Tsa’labi menurut muhaqqiq tafsir Ath-Thabari dan muhaqqiq Al-Ba’itsul Hatsits, Ahmad Muhammad Syakir.hadits kedua juga dha’if karena ada rawi dhaif, yaitu: Sahl ibnu Abi Hazm. Diantara ulama yang mendhaifkan rawi ini adalah Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz dalam kitab beliau Al-Jami’ fi Thalabil Ilmi Asy-Syarif, Al-Albani, Ibnu Katsir, dan At-Turmudzi
Banyak shahabat yang menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan ra’yu mereka, hingga tak jarang terjadi perbedaan pendapat. Ibnu Abbas saja didoakan oleh Nabi Allahumma ‘Allimhut ta’wil…. Tentu saja mereka berpendapat dengan ilmu, bukan sekedar hawa nafsu. Dalam hal inipun, para ilmuwan yang mendalami I’jaz kauny Al-Qur’an mendasarkan pendapat mereka dengan ilmu yang mereka miliki, salah satunya adalah pemahaman bahasa Arab yang baik.
6. REMEMBER!!!
Al-Qur’an adalah kitab petunjuk. Bukan kitab sains, sejarah, atau lainnya (seperti yang diklaim beberapa muslimin). Tapi Al-Qur’an memuat isyarat-isyarat atau mengindikasikan hakikat-hakikat ilmiyah dan ilmu pengetahuan.
Dan isyarat-isyarat inilah yang bisa menunjuki banyak orang...
(bersambung, insyaAllah)

Selasa, 06 Oktober 2009

GANTI YANG LEBIH BAIK

Dalam hadits disebutkan: "Man taraka syai`an lillah, awwadhahullahu lahu khairan minhu" Artinya: siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Dia berkenan menggantinya dengan yang lebih baik.
Banyak hal yang kita sukai dan tentu saja kita berat untuk meninggalkannya. Terkadang dalam hal yang dalam batas syari'atpun kita berat untuk meninggalkan. Nonton film favorit, jadi sebuah dilema saat adzan berkumandang. Antara pilihan pribadi dan menunaikan perintah Allah. Saat inilah iman kita dipertanyakan. Masihkah kita loyal kepada-Nya atau bahkan kita melupakan-Nya? Tentu saja bagi yang masih tebal imannya, ada reward dari Allah. Seperti yang telah disebutkan dalam hadits di atas, Allah akan mengganti kita dengan yang lebih baik.
Contoh lain yang lebih konkrit. Seorang pemuda, bila ada gadis cantik yang lewat, dia akan dihadang dengan dua pilihan. Pilihan mengikuti keinginannya, atau tetap tunduk dan taat pada syari'at dengan tidak menurutkan hawa nafsu. Pemuda yang mengikuti pilihan pertama, akan terbayang-terbayang wajah gadis itu tadi hingga shalat tidak khusyuk. Namun bagi pemuda yang mengambil pilihan kedua, Allah akan menggantikan baginya dengan yang jauuuh lebih baik. Ketenangan dan kekhusyukan dalam shalat. Subhanallaaah...
Dan masih banyak lagi janji-janji Allah yang tak pernah dipungkiri.