dedaunan

Kamis, 03 September 2009

Belajar.....


Pfuuuh...! Akhirnya aku dapat duduk dengan relaks sore ini. Terlepas dari rutinitas sehari-hari yang melelahkan. Sebagai seorang wali asrama di sebuah ponpes Jawa Timur. Meluangkan sedikit waktu untuk belajar atau sekedar membaca buku adalah keharusan. Tapi bagaimana cara menyiasati waktu? Tentu tiap orang punya cara kreatif sendiri sesuai dengan kesibukan dan jenis pekerjaan yang digeluti. Kalau seperti saya, sebagai wali asrama yang harus mengurus tetek bengek kebutuhan 13 anak asuh (jumlah rata-rata untuk tiap wali asrama), biasanya dari bangun tidur sudah full kegiatan. Mulai bangun malam lalu shalat lail, membangunkan anak-anak, shalat shubuh, ngajar dinniyyah, ngawasin piket, piket jaga makan pagi, bersih2 kamar, kegiatan pribadi seperti mandi, cuci, makan, deelel, lalu persiapan ngajar siang, shalat dhuhur, ngajar, ...... dan seabrek kegiatan yang lain, saya harus waspada dengan pencuri waktu dan kesempatan sekecil apapun. Sambil nunggu rapat mingguan dimulai misalnya saya bisa membawa buku dan membacanya sat itu juga. Mungkin bagi yang belum terbiasa dengan membaca di situasi ramai akan merasa sulit. Tapi percayalah, suatu saat anda akan dapat menikmatinya. Sekecil apapun yang anda dapat. Let's to read.....

yooook! baca....baca....

Sebagai pemeluk Islam, kita tahu bahwa wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah adalah "iqra", bacalah. Sebuah perintah agung kepada muslimin untuk membaca. Membaca dalam arti luas. Membaca apa saja disekitar kita. Membaca buku dalam arti sederhana, setidaknya kita punya target harian untuk hal ini. 4 example, sederhana saja, sehari kita baca 5-10 halaman. Ringan kan? Terutama bagi yang sudah aktif di rumah tangga. Hanya dengan membaca 5-10 halaman sehari, sebulan kita sudah menyelesaikan min 150 halaman. Membaca dalam artian luas, seorang muslimah harus dapat belajar dari pengalaman. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa "seorang muslim tak akan terperosok dua kali dalam satu lubang".


Rabu, 02 September 2009

Menjadi Muslimah

Menjadi muslimah yang baik sesuai syariat bukan hanya sebuah motto hidup yang ditulis di biodata. Hal ini adalah sebuah keharusan. Karena seorang yang merindukan surga sudah pasti harus menata diri sesempurna mungkin untuk meraihnya. Karena harga surga itu mahal. Ya, karena surga tak dapat kita beli hanya dengan amal baik kita. Karena belas kasih Allahlah kita dapat meraihnya. Belas kasih Allah pun tak mungkin didapat dengan bekal seadanya. Kita harus siapkan bekal sedini mungkin. Supaya tidak menyesal ketika penyesalan tak kan bermanfaat lagi. Ketika semua sudah berlalu dan tak mungkin kembali.